Creative4dvanced’s Weblog

Oktober 11, 2008

kreatifitas dalam media

Filed under: kreativitas — creative4dvanced @ 10:38 am

Media adalah perantara.
Jelas, fungsinya adalah sebagai perantara dari satu tempat ke tempat yang lain, perantara tentang satu hal ke hal lain.

Peran media bagi manusia sangatlah penting. Terutama media informasi.
Tak ada manusia yang tak butuh informasi. Ada yang tahu sebuah informasi, tapi mungkin saja yang lain belum tahu informasi tersebut. Bagaimana cara agar semua mendapat informasi tersebut? Disinilah, media dibutuhkan.

Media informasi telah mengalami perkembangan secara cepat, seiring dengan kebutuhan manusia. Dahulu untuk mendapatkan informasi manusia saling menggunakan bahasa isyarat dengan yang lainnya. Lalu setelah manusia mengenal bacatulis, media informasi sudah merambah bentuk teks, seperti tulisan di surat kabar, majalah, dsb. Sampai saat ini, saat teknologi mulai bangkit, media sudah dapat di akses dalam bentuk digital teks, video, animasi, dan gambar. Atau pada akhirnya kita sebut dengan istilah, multimedia.

Contoh, advertising. Advertising adalah usaha yang bergerak di bidang periklanan, yang berfungsi menyampaikan sesuatu (informasi). Maka tidaklah salah, jika dikatakan bahwa advertising dan media memiliki kaitan yang sangat erat. Di dalam advertising biasanya diberikan sentuhan2 kreatifitas pada media yang akan digunakan untuk menekankan tujuan ataupun untuk menarik konsumen lebih banyak lagi.

Beberapa contoh advertising rokok dengan sentuhan kreatifitas pada media.

Iklan

September 25, 2008

KETEKUNAN = KECERDASAN ???

Filed under: kreativitas — creative4dvanced @ 4:36 am

Teori relativitas Einstein hampir terbukti keliru. Pada tahun 1914, banyak ramalan Einstein yang masih mengalami banyak kekeliruan, sehingga banyak pihak yang menyangsikan logika berpikirnya dalam dunia para ilmuwan. Pada tahun itu, para ilmuwan Jerman berencana membukikan kebenaran teori tersebut dengan mengamati cahaya menjadi lengkung selama suatu gerhana di Rusia. Pengamatan tersebut seharusnya membuktikan Einstein keliru karena teorinya pasti keliru meramalkan lengkungan cahaya itu. Idenya tetap brilian, tetapi detail-detailnya kurang lengkap. Relativitas pasti tidak akan dianggap seandainya saja Perang Dunia I tidak membuat ujian yang direncanakan tersebut tertunda. Hal yang patut dicatat, Einstein menghabiskan waktu sekitar 4 tahun untuk menumbuhkan idenya menjadi solusi yang sesungguhnya! Teorinya sangat ditingkatkan pembuktian kebenarannya pada saat terjadi gerhana pada tahun 1918.

Dari contoh diatas terlihat bahwa ide-ide brilian sekalipun menuntut karya kreatif untuk menjadi solusi-solusi hebat. Kadangkala kita merasa sulit untuk keluar dari kebiasaan yang telah kita tekuni selama bertahun-tahun atau menentang aturan-aturan yang senantiasa mengelilingi langkah hidup kita. Di sisi lain, untuk menumbuhkan salah satu benih ide menjadi solusi yang mengaggumkan, kita harus berani keluar dari tatanan aturan tersebut.

Thomas Alfa Edison: Bertekun itulah yang namanya kejeniusan

Einstein bertekun selama 4 tahun dan fokus terhadap apa yang ia lakukan pada masa itu, sehingga lahirlah sebuah teori yang telah lebih dari 100 tak terbantahkan! Ada contoh lain tentang seorang seorang biarawan abad ke-11 bernama Eilmer yang membangun dan menguji terbang layang primitif. Ia mendapati bahwa dirinya sempat melayang sejauh beberapa ratus meter sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Jika hal itu benar, maka hal itu merupakan terobosan terbesar di abad itu. Tetapi, rekan-rekan Eilmer memandang bahwa penerbangan itu gagal total, karena Eilmer kesulitan mengendalikannya dan ia jatuh terluka parah. Oleh karena itu, rekan-rekannya menganggap bahwa ide Eilmer itu sangat tak masuk akal.

Para ahli terkadang sangat mematikan terhadap pikiran-pikiran baru. Mereka seeringkali berusaha untuk menonjolkan cacat, celah, dan hambatan-hambatan yang sangat banyak dalam semua ide-ide hebat. Mereka juga terkadang membuat segalanya tampak menggelikan. Sekali lagi dalam hal ini perlu ditekankan bahwa kita harus selalu bertekun untuk melindungi ide kita dari orang lain sehingga kita bisa mengembangkannya sebagai solusi yang kuat.

Sebagian besar para ahli keras terhadap munculnya ide baru. Mereka lebih memilih fakta-fakta mereka. Ide-ide yang menantang fakta-fakta mereka adalah ancaman untuk mereka. Karena jika konsep baru itu ternyata benar mereka akan kehilangan gengsi mereka sebagai ahli. Dengan kata lain, banyak ide hebat yang terbuang di tangan-tangan para ahli.

Ketekunan dapat menumbuhkan sebuah ide brilian yang dapat menyebabkan kita dianggap sebagai seorang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Dengan kata lain ketekunan memang sama dengan kecerdasan. Berbagai hambatan akan melanda bahkan pada ide-ide yang paling menjanjikan sebelum akhirnya menjadi solusi-solusi yang sesungguhnya. Mahon Loomis mendemonstrasikan sebuah telegraf tanpa kabel pada tahun 1868. Transmisi tanpa kabel Guglielmo Marconi yang pertama baru dilakukan pada tahun 1895. Dalam hal ini, Loomis tak dapat mengatasi hambatan-hambatan keuangan untuk menciptakan penemuannya, akhirnya ia menyerah. Marconi pun mengalami masalah keuangan yang tak kalah peliknya. Tetapi pada saat itu ia terus menekuninya, sehingga ia dapat mengubah dunia.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.