Creative4dvanced’s Weblog

Desember 15, 2008

Indonesia Kembangkan Nuklir?

Filed under: Uncategorized — creative4dvanced @ 6:18 am

Buana Katulistiwa–KUNJUNGAN kenegaraan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke Indonesia membuka sebuah pertanyaan yang sudah sekian lama ?dipendamkan? : kapankah Indonesia memiliki kekuatan energi nuklir untuk tujuan pemenuhan energi listrik (damai), seperti apa yang kini sedang dilakukan oleh Iran? Iran saja, yang adalah negara kaya minyak masih memilikirkan energi alternatif, mengapa Indonesia tidak?

Sama seperti Iran, sebelum ketegangan yang memuncak setahun belakangan ini, khususnya dengan AS dan beberapa negara Barat, Indonesia bahkan telah jauh-jauh hari mengalami politisasi isu nuklir, meskipun pada akhirnya dimenangkan oleh pihak-pihak yang anti-nuklir.

Rencana pemerintah untuk membangun PLTN di Jepara, misalnya, beberapa kali kandas di tengah jalan. Banyaknya masyarakat yang kontra dan krisis ekonomi menjadikan rencana pembangunan PLTN terhambat. Padahal, secara SDM, teknologi, dan kerjasama internasional (Badan Energi Atom Internasional atau IAEA sudah mengizinkan Indonesia untuk membangun PLTN) sudah tidak ada masalah.

Kandasnya rencana ini, semakin menyakitkan bagi para pakar nuklir Indonesia, yang sebenarnya cukup terkenal hebat pada masanya menjadi keburu ?tua? dan bahkan meninggal dunia hanya duduk di balik meja?

Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) Soedyartomo Soentono dalam suatu rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, melihat kondisi kebutuhan listrik yang sudah sangat mendesak, Indonesia membutuhkan sedikitnya empat reaktor PLTN berkapasitas 1000 MW sampai tahun 2025, karena pada saat itu kebutuhan listrik di Indonesia sudah mencapai 100 gigawatt dan porsi PLTN yang diharapkan adalah 4000 MW.

Akankah kedatangan Presiden Iran kali ini akan menjadi motivasi baru bagi kebangkitan nuklir untuk tujuan damai di Indonesia? Atau bahkan kerja sama antarkedua negara untuk sama-sama melakukan pengembangan energi nuklir?

***

DI DUNIA ada 441 reaktor nuklir. Bahkan, sampai tahun 2020 PLTN akan bertambah 126 buah. Dari jumlah itu, 40 di antaranya berada di China. China sudah bertekad memanfaatkan PLTN yang murah, aman, dan bersih untuk memenuhi kebutuhan 1,3 miliar penduduknya.

Kita pun bisa belajar dari Prancis yang telah memenuhi 78 persen kebutuhan listriknya dari PLTN. Jepang juga, sekitar 40 persen kebutuhan listriknya diperoleh dari PLTN. Belum lama ini, Presiden AS George W Bush juga telah menyampaikan rencana pembangunan konstruksi energi nuklir AS tahun 2010, dan mengingatkan bahaya seputar ketergantungan pada minyak.

Memberikan contoh Perancis, China dan India, Presiden Bush mendesak program 1,1 miliar dolar AS untuk mempromosikan konstruksi pembangkit energi tenaga nuklir, sesuatu yang sudah tidak dilakukan AS sejak 1970-an.

“Kita harus mulai membangun pusat pembangkit energi nuklir lagi. Saya pikir ini sangat logis untuk dilakukan. Teknologi ini merupakan hal yang dapat kita lakukan dan mengatakan kepada rakyat Amerika bahwa itu semua aman, dan penting,? katanya.

Selain Bush, para pemimpin negara-negara G-8 lainnya, juga mempertegas pentingnya pembangunan lebih luas bagi penggunaan energi nuklir untuk menjawab teka-teki kebutuhan energi dunia dalam jangka panjang.

Upaya pemakaian energi nuklir secara besar-besaran sebelumnya mendapat serangan setelah pejabat Uni Eropa juga menyatakan akan melakukan upaya yang sama setelah langkah yang ditempuh oleh AS dan Rusia.

“Sulit untuk membayangkan bagaimana pandangan energi nuklir bagi negara-negara G8 ini. Masalahnya ini tetap sulit untuk dicapai karena ini tetap masalah kontroversial,? kata Andris Pielbalgs, komisioner Uni Eropa untuk energi.

Ke arah mana pengembangan energi nuklir ini kelak akan menjadi menarik, terutama setelah kasus Iran kali ini mengemuka. Ini menjadi semacam contoh kasus pertaruhan yang baik, yang akan menentukan langkah pengembangan energi nuklir di masa datang.

Jika semua sama-sama memikirkan energi alternatif masa depan, mengapa tantangan itu tidak berlaku untuk semua negara? Konsekuensinya menjadi menyedihkan: jika Iran berhasil digagalkan, maka negara-negara berkembang lain juga akan gagal.

Jadi, suatu masa nanti, ketika minyak sudah habis disedot negara-negara kaya itu, maka tiba saatnya pula, mantan negara produsen minyak itu dan negara-negara berkembang lainnya akan mengemis untuk membeli energi dari negara-negara kaya.

Begitukah? Karena itu, patut sekali dipertimbangkan jika negara-negara lain, seperti Iran, Indonesia, Afrika Selatan, Turki, Malaysia dan lainnya untuk diberikan kemerdekaan mengembangkan nuklir tujuan damai mereka. Mereka harus menghemat bahan bakar fosil mereka, dan mengasah kemampuan SDM untuk menguasai ilmu dan teknologi energi alternatif.

Tak perlu harus ditakut-takuti akan segala macam tuduhan apalagi jika hampir semua fitnah. Jika memang dilarang, maka sangatlah patut jika kesepakatan yang sama juga berlaku bagi semua negara. Jika dilarang, ya larang semua. Kita kembangkan energi nuklir tujuan damai atau mari kita kubur sama-sama. Haruslah adil

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: