Creative4dvanced’s Weblog

September 26, 2008

NUKLIR DUNIA DAN INDONESIA

Filed under: Uncategorized — creative4dvanced @ 4:05 am

Pembangunan instalasi reaktor nuklir sebagai pembangkit listrik masih merupakan sebuah wacana yang menciptakan geliat dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Penerimaan masyarakat stagnan dalam tahap antiklimaks terhadap adanya reaktor nuklir di Indonesia.

Paradigma nuklir dalam benak masyarakat Indonesia lekat dengan terorisme atau senjata pemusnah massal yang sangat berbahaya. Seiring melonjaknya populasi manusia, maka kebutuhan energi untuk keberlangsungan hidup manusia itu menjadi alasan pokok untuk menggunakan energi nuklir. Di sisi lain, bukanlah hal yang mudah untuk merumuskan aktualisasi diri nuklir sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan untuk menghadapi perubahan iklim yang telah menerpa seluruh belahan dunia.

Pintu masuk nuklir

Tahun 1973, negara-negara Timur Tengah melakukan embargo minyak bumi yang mengakibatkan terjadinya krisis energi dan melonjaknya harga minyak bumi OPEC. Peristiwa ini telah membuka mata masyarakat dunia untuk mengurangi esensi penggunaan minyak bumi sebagai energi utama. Kemudian muncul rasa takut masyarakat dunia akan ketersediaan energi di masa depan. Layaknya kuda yang berlari kencang akibat dicambuk oleh sang kusir, beberapa belahan negara di dunia melakukan berbagai penelitian untuk mengeksplorasi sumber-sumber energi alternatif yang masih melimpah di alam. Berbagai sumber energi alternatif seperti energi matahari, angin, batubara,biomassa, air, dan nuklir menjadi proyek terdepan dalam penelitian pada saat itu [Spurgeon, 1987].

Pada awalnya, berbagai penelitian diatas menjadikan aspek ekonomi sebagai entitas utamanya. Namun pada tanggal 28 Maret 1979 terjadi kecelakaan reaktor nuklir yang relatif kecil di Three Mile Island (TMI), AS, yang mengakibatkan reaktor terlalu panas dan akhirnya meleleh (meltdown reactor). Sejak itu, kesadaran masyarakat dunia untuk menciptakan suatu dunia dengan lingkungan yang bersih dan terbentuknya pembangunan yang berkelanjutan mulai terbuka.

Beberapa tahun kemudian, negara-negara maju seperti AS, Perancis, Jepang dan Rusia tengah beradu cepat guna menciptakan reaktor nuklir yang aman dan memiliki efisiensi yang tinggi. Kemudian pada tanggal 25-26 April 1986 terjadi kecelakaan terbesar dalam sejarah reaktor nuklir dunia yang terjadi di Chernobyl, Uni Sovyet (sekarang Rusia). Dalam kecelakaan ini 135000 jiwa terlibat secara langsung, 24403 jiwa diantaranya divonis terkena radiasi yang cukup berat dan 31 jiwa meninggal. Peristiwa ini menjadi titik balik dari era keemasan teknologi nuklir pada saat itu. Dalam survei yang dilakukan beberapa tahun setelah kejadian ini, ditemukan bahwa pihak oposisi telah meningkat dari 26% menjadi 42% dan pihak pendukung telah menurun dari 57% menjadi 49%. Secara tidak langsung, kejadian ini mengakibatkan paradigma masyarakat dunia terhadap teknologi nuklir merupakan sesuatu yang tidak menghargai nilai kemanusiaan.

Pertanyaannya, apa yang dilakukan oleh negara-negara maju yang sedang mengembangkan teknologi nuklirnya setelah kejadian ini? Mereka menyatakan bahwa akan berusaha menciptakan teknologi nuklir yang lebih baik dan aman. Bahkan Uni Sovyet menyatakan, bahwa kecelakaan ini justru akan menjadi batu penjuru untuk memulai industri nuklir yang baru dan lebih aman. Dengan kata lain, kecelakaan ini hanya sedikit menunda perkembangan teknologi nuklir dunia dan dalam waktu bersamaan menegaskan bahwa segi keamanan manusia adalah pokok terdepan dalam rancangan instalasi sebuah reaktor nuklir. Hasilnya, empat negara maju diatas merupakan negara terdepan dalam bidang teknologi nuklir. Data tanggal 8 Agustus 2007 menunjukan, AS memiliki 104 reaktor, Perancis 59 reaktor, Jepang 55 reaktor, dan Rusia 31 reaktor nuklir yang rutin beroperasi setiap harinya untuk menyuplai energi listrik. Bahkan 76,4% energi listrik di Perancis diperoleh dari energi nuklir. Secara implisit, kecelakaan di Chernobyl telah membawa pengaruh positif terhadap keseluruhan industri nuklir.

Implementasi nuklir di Indonesia

Sejak tahun 1987, pemerintah Indonesia telah mengembangkan program persiapan industri nuklir di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, melalui pembangunan berbagai jenis instalasi nuklir. Tetapi kegiatan nuklir di Indonesia hingga saat ini belum mengalami kemajuan yang signifikan. Saat ini industri nuklir di Indonesia masih terbatas pada riset dan aplikasi radiasi serta radioisotop dalam dunia kedokteran. Dengan kata lain, Indonesia belum memanfaatkan teknologi nuklir sebagai pembangkit energi listrik yang efisien.

Saat ini, Indonesia masih mengandalkan batu bara sebagai energi alternatif yang utama selain minyak bumi. Pemakaian batu bara untuk suatu PLTU memang memenuhi faktor ekonomi, karena biaya operasionalnya memang murah. Tetapi dibalik itu terdapat bahaya laten seperti gas-gas polutan (SO2, CO2, dan NOX) yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara sebagai pembangkit energi.

PLTN merupakan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia. Karena jika ditinjau dari besarnya energi, 1 kg bahan bakar nuklir U235 dapat melepaskan energi sebesar 2,5 Terra Joule (1 Terra Joule = 1012 W.s) energi ini setara dengan pembakaran 2,4 juta kg batu bara tanpa menimbulkan emisi gas-gas polutan yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Dengan energi sebesar ini, 10% kebutuhan energi listrik Jawa-Bali dapat terpenuhi kurang lebih selama 3 tahun tanpa henti.

Dalam pandangan global, energi nuklir tidak mungkin hilang dari dunia ini, sampai suatu saat ditemukan energi alternatif baru yang lebih aman dan ekonomis, nuklir tetap memegang peranan penting dalam bidang energi. Hanya sekarang mampukah bangsa ini mengundangnya untuk mencegah krisis energi? Jawabannya ada dalam hati tiap masyarakat Indonesia.

Iklan

September 25, 2008

KETEKUNAN = KECERDASAN ???

Filed under: kreativitas — creative4dvanced @ 4:36 am

Teori relativitas Einstein hampir terbukti keliru. Pada tahun 1914, banyak ramalan Einstein yang masih mengalami banyak kekeliruan, sehingga banyak pihak yang menyangsikan logika berpikirnya dalam dunia para ilmuwan. Pada tahun itu, para ilmuwan Jerman berencana membukikan kebenaran teori tersebut dengan mengamati cahaya menjadi lengkung selama suatu gerhana di Rusia. Pengamatan tersebut seharusnya membuktikan Einstein keliru karena teorinya pasti keliru meramalkan lengkungan cahaya itu. Idenya tetap brilian, tetapi detail-detailnya kurang lengkap. Relativitas pasti tidak akan dianggap seandainya saja Perang Dunia I tidak membuat ujian yang direncanakan tersebut tertunda. Hal yang patut dicatat, Einstein menghabiskan waktu sekitar 4 tahun untuk menumbuhkan idenya menjadi solusi yang sesungguhnya! Teorinya sangat ditingkatkan pembuktian kebenarannya pada saat terjadi gerhana pada tahun 1918.

Dari contoh diatas terlihat bahwa ide-ide brilian sekalipun menuntut karya kreatif untuk menjadi solusi-solusi hebat. Kadangkala kita merasa sulit untuk keluar dari kebiasaan yang telah kita tekuni selama bertahun-tahun atau menentang aturan-aturan yang senantiasa mengelilingi langkah hidup kita. Di sisi lain, untuk menumbuhkan salah satu benih ide menjadi solusi yang mengaggumkan, kita harus berani keluar dari tatanan aturan tersebut.

Thomas Alfa Edison: Bertekun itulah yang namanya kejeniusan

Einstein bertekun selama 4 tahun dan fokus terhadap apa yang ia lakukan pada masa itu, sehingga lahirlah sebuah teori yang telah lebih dari 100 tak terbantahkan! Ada contoh lain tentang seorang seorang biarawan abad ke-11 bernama Eilmer yang membangun dan menguji terbang layang primitif. Ia mendapati bahwa dirinya sempat melayang sejauh beberapa ratus meter sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Jika hal itu benar, maka hal itu merupakan terobosan terbesar di abad itu. Tetapi, rekan-rekan Eilmer memandang bahwa penerbangan itu gagal total, karena Eilmer kesulitan mengendalikannya dan ia jatuh terluka parah. Oleh karena itu, rekan-rekannya menganggap bahwa ide Eilmer itu sangat tak masuk akal.

Para ahli terkadang sangat mematikan terhadap pikiran-pikiran baru. Mereka seeringkali berusaha untuk menonjolkan cacat, celah, dan hambatan-hambatan yang sangat banyak dalam semua ide-ide hebat. Mereka juga terkadang membuat segalanya tampak menggelikan. Sekali lagi dalam hal ini perlu ditekankan bahwa kita harus selalu bertekun untuk melindungi ide kita dari orang lain sehingga kita bisa mengembangkannya sebagai solusi yang kuat.

Sebagian besar para ahli keras terhadap munculnya ide baru. Mereka lebih memilih fakta-fakta mereka. Ide-ide yang menantang fakta-fakta mereka adalah ancaman untuk mereka. Karena jika konsep baru itu ternyata benar mereka akan kehilangan gengsi mereka sebagai ahli. Dengan kata lain, banyak ide hebat yang terbuang di tangan-tangan para ahli.

Ketekunan dapat menumbuhkan sebuah ide brilian yang dapat menyebabkan kita dianggap sebagai seorang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Dengan kata lain ketekunan memang sama dengan kecerdasan. Berbagai hambatan akan melanda bahkan pada ide-ide yang paling menjanjikan sebelum akhirnya menjadi solusi-solusi yang sesungguhnya. Mahon Loomis mendemonstrasikan sebuah telegraf tanpa kabel pada tahun 1868. Transmisi tanpa kabel Guglielmo Marconi yang pertama baru dilakukan pada tahun 1895. Dalam hal ini, Loomis tak dapat mengatasi hambatan-hambatan keuangan untuk menciptakan penemuannya, akhirnya ia menyerah. Marconi pun mengalami masalah keuangan yang tak kalah peliknya. Tetapi pada saat itu ia terus menekuninya, sehingga ia dapat mengubah dunia.

September 24, 2008

Notebook Paling Ringan

Filed under: Teknologi — creative4dvanced @ 7:59 am

Makin banyak notebook ultraportabel yang tipis dan enteng. Namun menurut Toshiba, miliknyalah – Portege R500-S5007V – yang paling enteng saat ini.

Jka dibandingkan Apple MacBook Air yang supertipis itu, Toshiba Portege R500-S5007V memang lebih ringan. MacBook Air berbobot 1,35kg, sedangkan timbangan Portege R500-S5007V berhenti di angka 1,08kg. Pada kondisi tertipis (biasanya saat dibuka), tebal Portege R500-S5007V tidak mencapai 2cm, atau tepatnya sekitar 1,96cm (0,77”).

Keistimewaan notebook baru Toshiba ini tidak berhenti di sana. Seri ini juga merupakan notebook pertama yang mengemaskan SSD (solid state disk) berkapasitas 128GB sebagai pengganti harddisk. Rata-rata notebook saat ini biasanya mengemaskan SSD 64GB. Ini kecuali Lenovo dan Apple yang menyuguhkan 128GB dalam dua modul yang masing-masing berkapasitas 64GB.

Dari sisi ketahanan batere, Portege R500-S5007V cukup mumpuni. Sebab menurut Toshiba, baterenya sanggup bertahan delapan jam. Maklum tidak ada bagian harddisk yang harus diputar dan meminta bagian daya di sini. Ketahanan daya batere juga didukung oleh pemakaian layar transreflective 12,1” yang dapat mematikan backlighting LED (light-emitting diode) dan memanfaatkan pantulan cahaya matahari untuk menerangi layar. .

Dari sisi kelengkapan, tawaran Toshiba menarik. Notebook ini dimotori prosesor Intel Core 2 Duo U7700 1,33GHz, dengan RAM 2GB dan cache 2MB dan sistem operasi Windows Vista Business, yang bisa diturunkan ke Windows XP Professional. Konektivitas muncul dalam wujud fitur jaringan berkabel dan nirkabel 802.11 a/g/n, Bluetooth 2.0, plus sebuah optical drive SuperMulti yang bisa membaca dan menulis ulang keping DVD dan CD. Sebagai pengaman terhadap kerusakan notebook akibat benturan, juga ditanamkan fitur pengaman.

Notebook dengan motherboard khusus built-in ini oleh Toshiba dibandrol dengan harga US$ 2999 untuk pasar AS. Namun Toshiba belum mengatakan kapan Portege R500-S5007V-nya akan dipasarkan di luar AS.

Sumber: Kompas Teknologi 22 September 2008

September 9, 2008

Hello world!

Filed under: Uncategorized — creative4dvanced @ 7:50 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog di WordPress.com.